Tuesday, April 14, 2020

Empal Kuali Suroboyo

Pagi menjelang siang ini, kangen makan Ayam Goreng termaknyuss akhirnya dibela-belain mampir dulu ke Empal Kuali Suroboyo, silakan klik untuk lokasi di Google Map : https://g.page/empal-kuali-suroboyo?share

Ngiler banget pingin makan dengan sambel bebek dan ayam gorengnya yang maknyus dan fenomenal. Ayam goreng khas Empal Kuali Suroboyo empuk dagingnya dan bumbunya meresap sampai ke daging-dagingnya bahkan JAUUUUUH LEBIH UUUUUENAK ketimbang Ayam Goreng Presiden maupun Bu Kris



Sambal Khas Empal Kuali Suroboyo ini SANGAT AMAT ENAK SEKALIII... NAMPOL MAKNYUS, Se- Surabaya tidak ada yang bisa mengalahkan kenikmatan sambal ini



Buat yang tidak bisa makan daging, di Empal Kuali Suroboyo juga tersedia menu  Nasi Pecel dan Tempe Tahu, aduh dimakan dengan Sambel Khas Empal Kuali Suroboyo serasa melayang layang di nirwana


Disini juga ada menu EMPAL SUWIR khas Empal Kuali Suroboyo, yang enak banget, bumbunya sedap kaya rempah dan dagingnya pun terasa empuk



Dan juga kalau suka SATE KOKOT ala Empal Kuali Suroboyo, merupakan menu andalan juga. Saya kira pertama SATE KOKOT ala Empal Kuali Suroboyo ini keras, ternyata empuk dan bumbunya meresap dilidah. Mengajak kakek nenek, oma opa untuk makan di Empal Kuali Suroboyo, tidak perlu takut gigi rontok, karna semua menunya empuk dan tidak merusak gigi maupun membuat gigi palsu lepas. hahahahaha....


Suasana Makan di Empal Kuali Surabaya sangat nyaman dan enak, semua serba Tradisional back to Nature, tantenya juga baik banget dan sabar. Selalu jadi langganan makan di Empal Kuali Suroboyo jika meluncur ke daerah Kutisari.

Lokasi Empal Kuali Suroboyo di Jl. Kutisari Selatan IV No.6, Surabaya. Buka dari pagi sampai sore. Didalam ada juga ruang untuk meeting jadi sambil makan siang bisa sambil meeting. 

Oh ya Empal Kuali Suroboyo ini juga menerima pesanan nasi kotak dan nasi tumpeng. Dan rasanya dijamin maknyussss.

Selamat mencoba ya guys...

Tuesday, June 4, 2013

Kompyang alias Kompiah alias Kompia(光 饼; diucapkan Kom-pyang; Jian'ou dialek: Guang-biang)

     Kompyang merupakan sejenis roti atau kue yang populer di beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia terutama di tempat di mana masyarakat Tionghoa yang dominan adalah Foochow (Fuzhou) keturunan. Kompia berasal dari Fuzhou, ibukota Provinsi Fujian, Negara Republik Rakyat Cina.

      Pada 1563, pahlawan nasional dari Dinasti Ming, Qi Jiguang memimpin pasukannya ke Provinsi Fujian untuk berperang dengan perompak dari Jepang. Qi Jiguang melihat bahwa para perompak Jepang selalu bisa melacak di mana pasukannya berkemah karena asap yang naik ke langit ketika prajurit menyiapkan makanan mereka. Sedangkan dia mengetahui bahwa para perompak Jepang tidak punya masalah seperti itu karena mereka membawa onigiri untuk kebutuhan makanan mereka, sehingga dia membuat sebuah jenis kue untuk mendukung para pasukannya. 

    Mayoritas orang yang berada dipasukannya adalah masyarakat yang tinggal di pesisir Provinsi Fujian. Supaya mudah dibawa saat perang, masing-masing kue diberi lubang di bagian tengah supaya bisa diuntai bersama. Akhirnya pasukan Qi Jiguang berhasil memenangkan pertempuran itu dan untuk mengenang Qi Jiguang (戚继光), kue ini diberi nama ‘guang’ bing (‘光‘ 饼) sedangkan ‘bing’ (饼) sendiri artinya kue.

Kompyang biasanya terbuat dari lemak babi, bawang merah, garam dan tepung. Bentuknya bulat, bagian tengahnya bisa diisi dengan isian sesuai yang kita inginkan kemudian di pipihkan dengan roll pin, lalu di oven dengan cara ditempelkan pada tungku ciri khas oven homemade traditional China. Biasanya isiannya berupa daging. Waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kurang lebih 15 menit.

Roti kompyang yg original teksturnya sangat keras sehingga cocok dibawa beal tentara untuk berperang. Tetapi dengan perkembangan jaman roti kompyang saat ini tidak sekeras jaman dahulu, dan isiannya pun bukan daging babi... tetapi daging halal lainnya... Dan atasanya diberi taburan wijen




Monday, April 1, 2013

Tortila vs Naan Bread vs Roti Maryam vs Pita Bread

Seringkali kita dibingungkan dengan beberapa jenis makanan, salah satunya yang akan kita bahas kali ini: Tortila vs Naan Bread vs Roti Maryam vs Pita Bread... Kita kupas satu persatu yah...

Tortila alias flat bread...terbuat dari tepung bisa tepung gandum atau tepung jagung (masa harina). Tortilla ini adalah makanan khas Mexico, awalnya dibuat dari tepung jagung (beda loh dengan maizena, kalau maizena itu pati jagung) lebih tepatnya Jagung Tortilla  (tortilla dalam bahasa Spanyol berarti "kue kecil"), kemudian setelah terigu ditemukan maka bergesaer untuk membuat tortila dari tepung terigu. Cara membuatnya pun sama dengan tortilla jagung, yaitu tepung + air, kemudian ditekan dan dipanggang dengan wajan, resepnya pun tidak menggunakan ragi. Penasaran pingin cicipin Tortilla ini di Indonesia, bisa beli doner kebab atau twister KFC.

Tortilla yang dibuat dengan tepung jagung dan gandum memiliki tekstur yang berbeda: jagung versi agak tebal dan solid, sedangkan versi gandum kurang mudah rusak karena kadar gluten tinggi dan dapat dibuat lingkaran besar dan tipis. Ini penampakan tortila:

Tortilla

Berbeda dengan Naan Bread, biasa ditemukan di hidangan timur tengah... disantap dengan kari...  Resep kuno naan bread ini berisi tepung, garam, ragi dan kultur yogurt, namun resep modern ragi digantikan dengan baking powder... Nah Naan bread ini dimasak didalam tandoor ( mirip kuali panas), adonan ditempelkan di dinding bagian dalam kuali... hmhmhm seolah-olah di oven... Hasilnya gelembung udara pada roti ini jauh lebih besar daripada Tortilla.

Tandoor
   Naan Bread  

                                                                                     
Roti Canai = Roti Maryam = Roti Prata= Roti Konde, roti yang satu ini khas Melayu, banyak ditemui di Indonesia dan Malaysia. Roti ini dalam resepnya mengandung lemak banyak, tepung, telur dan air... teksturnya setelah matang pun berminyak...dan biasanya di masak di wajan rata... miring wajan martabak telor, cuman memakai minyak sedikit karena roti ini sudah mengandung banyak lemak, ada lapisannya seperti pastry... Ini penampakannya: Mirip konde khan...makanya disebut roti konde...

Roti Maryam
Roti pita, Roti ini memiliki kantong, dimana bagian kantong ini biasanya diisi dengan filling, mirip sandwich, gaya middle east...Roti pita ini dipanggang di suhu yang sangat tinggi, biasanya resepnya menggunakan tepung, air panas dan ragi...Mirip bikin roti biasa, hanya saja cara bakingnya yang berbeda... Ini penapakannya:
Pita Bread

Moga-moga penjelasan ini membantu....

Tuesday, October 30, 2012

Japanese Cream Puff

Penasaran dengan TOTORO JAPANESE CREAM PUFF yang beken .... baru sempat cobain resepnya....mirip kue sus sih.... 

Resepnya disadur di SINI , saya terjemahin dalam bahasa indonesia, kalau ada istilah tablespoon atau TBS maksudnya bukan pakai sendok makan kita loh takarannya, tapi pakai sendok takar yang bisa dibeli di SINI .... Ayo mulai mencoba:

Bahan:
80 ml air
4 tablespoon butter salted
3-4 telur ukuran sedang
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili bubuk
6 tablespoon tepung terigu sedang atau tinggi (diayak dahulu)

Cara Membuat:

  1. Masukkan air + butter + garam + vanili, didihkan diatas kompor sampai mendidih
  2. Masukkan terigu, aduk dengan spatula kayu, dengan gerakan cepat, sampai tercampur rata
  3. Matikan kompor dan tunggu sampai agak dingin
  4. Masukkan telur 3 butir terlebih dahulu, sambil diaduk rata jika adonan masih kelihatan terlalu kering dan susah di spuit, tambahkan satu telur lagi
  5. Masukkan adonan dalam piping bag, kemudian spuit sesuai selera, kalau mau bikin TOTORO ikutan teknik dibawah ini.
  6. Kemudian oven dengan suhu 200 derajat celcius kurleb 20-30 menit, keluarkan dari oven kemudian keluarkan udara yang terperangkap, panggang lagi di rak atas kurleb 5 menit


1. Spuit sampai membentuk gunung (membentuk badan)

2. kemudian geser piping bag ke bagian depan (membentuk kepala)


3. kemudian geser kembali ke bagian belakang

4. bentuknya seperti ini, 
jika mau lebih gemuk badannya tinggal tambahkan saja lebih banyak adonan


5. buat telinga di kanan dan kiri bagian kepala



6. basahi tangan dengan air, kemudian ratakan tonjolan-tonjolan adonan



Tuesday, October 2, 2012

BAKSO DI SURABAYA

Kali ini saya ga posting tentang resep masakan...melainkan beberapa review mengenai kuliner bakso Surabaya

Ini salah satu favorit saya, BAKSO JAGALAN 87, bukanya dari jam 17.00 - 23.00...tetapi biasanya jam 22.00 sudah habis kalau pas lagi ramai.


Bakso Jagalan ini memiliki menu Jumbo dan Kecil....wah kalau nyobain yang jumbo mesthi kosongin perut dah....  biasanya para cowok berbadan besar suka dengan porsi jumbo.



Ciri khasnya ada menu yang menggunakan kikil dan iga...kuahnya yakin deh enak banget...mungkin karena ada kaldu kikilnya...tetapi untuk menu es campurnya kurang rekomendasi.... mending order teh botol/es jeruk atau air mineral... karena saya pecandu es campur enak....

Nah baksonya juga lumayan alias tidak mengandung banyak tepung, saos tomat dan sambalnya pun TOP, pelayanannya pun cepat... kalau kecanduan bakso ini bisa nambah berat badan ... hehehehe. Jangan lupa tambahkan sedikit jeruk nipis supaya lebih segar...



Bakso ini buka didepan sebuah toko....dipinggir jalan jagalan .... nieh penampakannya



Selamat menikmati bakso Jagalan di Kota Surabaya



Saturday, March 31, 2012

Bakpao Coklat bentuk Mawar

Sudah lama gak bikin bakpao...mumpung dulu sudah nyobain resep bakpao teknik adonan biang mbak murti. Dan hasilnya lumayan bagus ada sedikit modifikasi bahan. Beberapa bahan diperoleh dari DEROTA BAKING SUPP, seperti tepung hongkong, tepung tang mien dan anti wrinkle alias anti keriput bakpao... boleh coba dipesan disana dan ada bahan-bahan lain yang unik...

Untuk bakpao kali ini saya bikin bentuk mawar...meskipun kurang bagus...tapi paling tidak belajar dari kegagalan adalah pengalaman yang paling berharga... 


Hasilnya sangat mulus sudah didiamkan semalaman pun tetap mulus tanpa keriput sedikitpun....berkat anti keriput DEROTA BAKING SUPP




Bahan A:
100 g Tepung Terigu Rendah (saya pakai tepung hongkong)
25 g Tepung Tang Mien
4 g anti keriput bakpao
1/4 sdm Ragi Instan
75 ml air biasa (tidak panas dan dingin)

Cara Kerja:

  1. Tes dahulu apakah ragi masih hidup atau tidak, caranya taburkan ragi diatas gelas berisi air sesuai takaran tunggu beberapa saat maka akan muncul busa dan butiran ragi mulai tampak melarut. Artinya RAGI masih hidup
  2. Ayak ketiga bahan kering, kemudian masukkan air+ragi, sambil diuleni menggunakan tangan saja, sampai adonan tidak lengket ditangan, bentuk bulatan, tetap dalam wadah, tutup kain lembab, tutup lagi dengan plastik, ikat rapat supaya tidak ada sirkulasi udara, sehingga proses fermentasi lebih cepat, diamkan kurleb 1-1,5 jam
  3. Adonan A akan menjadi 2x lipat

Bahan B:
50 g gula kastor/gula pasir di blender
75 g tepung terigu rendah (saya pakai tepung hongkong)
12 g tepung tang mien
2 g anti keriput bakpao
1/2 sdt Baking Powder
1/4 sdt garam
25 g air biasa
12 g mentega putih

Cara Kerja:

  1. Ayak seluruh bahan kering, kecuali air dan mentega+garam.
  2. Masukkan bahan kering ke adonan A, sambil ditambahkan sedikit demi sedikit air sampai habis dan tercampur sempurna. Memang agak sedikit lengket ditangan.
  3. Campur mentega dan garam, aduk rata dengan sendok
  4. Tambahkan mentega+garam ke dalam adonan, uleni sampai elastis saja jangan terlalu kalis seperti adonan roti.
  5. Bentuk bulatan tetap dalam wadah, tutup kain lembab, tutup lagi dengan plastik, ikat rapat supaya tidak ada sirkulasi udara, sehingga proses fermentasi lebih cepat, diamkan kurleb 30 menit-1jam.
  6. Timbang adonan bakpao kurleb 1 bakpao 30-40 gram, bentuk bulat, gepengkan, bagi menjadi 6 bagian, dan kemudian diberi filling ditengah tutup satu persatu sampai membentuk bunga mawar. Letakkan diatas daun pisang/kertas bakpao.
  7. Diamkan seluruh bakpao yang sudah dicetak, tutup kain lembab, tutup lagi dengan plastik, ikat rapat supaya tidak ada sirkulasi udara, sehingga proses fermentasi lebih cepat, diamkan kurleb 1 jam.
  8. Siapkan kukusan dengan api sedang, tutup kukusan bungkus dengan kain, kukus bakpao dalam waktu 7-10 menit.
  9. Kalau bakpao menginap semalam, akan jauh lebih nikmat jika dikukus di magic com atau rice cooker sebelum disantap

Isi:
Coklat DCC
Keju cheddar parut

Cincang Dark Cooking Coklat + keju parut, tim diatas air panas dalam keadaan kompor mati, sampai coklat larut, angkat, diamkan suhu ruang 30 menit, bentuk bulat-bulat.


SARAN DARI DAKU: 
Tepung Tang miennya dikurangi 50% dari yang sudah ditulis... hasilnya terlalu kenyal kalau pakai resep aslinya...


Tuesday, March 20, 2012

Japanese Cheesecake Failed Project


Penasaran dari dulu pingin coba bikin yang namanya Japanese Cheese Cake...Akhirnya kesampaian juga nyobanya...meskipun hasilnya gagal...tapi kalau gak mencoba, kita tidak akan bisa sukses...sedikit sharing nih hasilnya:






JCC ini emang sengaja aku tutup pake alu foil selama di oven, jadi bagian atasnya gak coklat sama sekali, modelnya malah nampak seperti brownise kukus....kesalahan utama adalah pada saat ngocok telur terlalu kaku...makanya permukaannya jadi berpori...padahal ngocok putih telur sebentar banget gak sampai 8 menit lhoooo... hasilnya seperti ini...so kalau ngocok jangan terlalu kaku...kurang dari 5 menit deh...Hasil dari resep ini kerasa banget kecutnya...enath dari cream cheese atau dari melon...tapi setelah kusimpan di kulkas 3 hari, gila lezatnya luar biasa...lebih yummy n kecutnya kok ilang yah...apalagi kalau dikasih topping whip cream....lekker abis dah...ini kue rada aneh makin hari malah makin enak...

Resepnya aku copas dari SINI, ini aku sharing juga di blog:



140 g fine granulated sugar (aku pakenya gula halus)

6 egg whites

6 egg yolks

1/4 tsp cream of tartar

50 g butter
250 g cream cheese (merk anchor)
100 ml fresh milk (aku ganti pake whip cream)
60 g cake flour (aku pakainya kunci biru
20 g corn flour/maizena
1/4 tsp salt

1. Preheat the oven at 160°C. Melt cream cheese, butter and milk over a double boiler. Cool the mixture. Fold in the flour, the cornflour, salt, egg yolks and mix well.
2. Whisk egg whites with cream of tartar until foamy. Add in the sugar and whisk until soft peaks form.
3. Add the egg whites to the cheese mixture to and fold well. Pour into a 8-inch round cake pan or removable-bottom cake pan (lightly grease and line the bottom and sides of the pan with greaseproof baking paper or parchment paper). Wrap the base of your cake tin with aluminium foil, to prevent seepage ... although I never do, and it has never seeped! ;)
4. Bake cheesecake in a water bath for 1 hour 10 mins or until set and golden brown at 160°C.
5. Leave to cool in oven with door ajar, about 30mins to 1 hour. Sudden changes in temperature may cause the cake to cool too quickly and collapse.